Sabtu, 13 April 2019

NHW 1 - Diklat Pengurus IP Banten

What : Apa sih Sejuta Cinta itu?
Jawab :
Sejuta Cinta Ibu Profesional adalah Sub divisi sosial yang berada dibawah divisi keungan Ibu Profesional, yang menjalankan peran CSR (Community Social Responsibility) fokus utamanya dibidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Sesuai dengan namanya "Sejuta Cinta" ingin bisa memberikan banyak cinta pada sesama. Baik itu member dari Ibu Profesional sendiri maupun masyarakat umum.

Who : Siapa saja sasaran dari Sejuta Cinta?
Jawab : Para ibu-ibu dan anak-anak baik member Ibu Profesional maupun masyakarat luas.

Why : Tujuan dari Sejuta Cinta itu apa?
Jawab : Dapat meningkatkan kemuliaan hidup untuk para member Ibu Profesional itu sendiri maupun masyarakat luas.

How : Aktifitas seperti apa yang ada di dalam Sejuta Cinta?
Jawab : Diawal tahun 2018, dibentuklah 3 divisi yang merupakan fokus aktifitas Sejuta Cinta, Yaitu :
- Zakat Infaq Sedekah (ZIS)
- Beasiswa
- Kemanusiaan dan Bencana

Jumat, 05 April 2019

Aliran rasa

Bisa bergabung di dalam komunitas ini (IIP) saja sudah menjadi sesuatu yang membuat saya bahagia, apalagi bisa menjadi pengurus di komunitas yang saya cintai ini menjadi anugerah tersendiri untuk saya dan selalu membuat saya berbinar.

Hangat, seru, selalu kompak, sangat minim konflik, selalu memberikan energi positif saat bersama. Itu lah yang saya rasakan saat berada di tengah-tengah para pengurus IP Banten.

"Karena berjuang sendiri itu akan terasa berat, maka berjuang bersama sama semua akan terasa ringan".

#BerbagiDanMelayani
#GiveAndGiven
#IbuKuatKeluargaHebatBermanfaatUntukMasyarakat

Rabu, 19 September 2018

Ustadzah cantik itu bernama Ifa

Gadis cantik berkerudung putih itu bernama Ifa. Seorang ustadzah disalah satu pondok pesantren diwilayah Banten. Ia memilih menjadi seorang ustadzah karena emang cita-citanya dari beberapa tahun silam. Menyukai dunia pendidikan, menyukai anak-anak, dan tidak selalu suka dengan kebisingan menjadi salah satu faktor utama yang membuat Ifa jatuh cinta di pondok pesantren ini.

Pondok pesantren Salsabilla namanya, nama yang Indah seindah tempat dan suasananya. Jauh dari keramaian, suasana yang tenang, masih banyak terdengar suara-suara jangkring kala malam membuat Ifa semakin jatuh cinta dengan Salsabilla.

Keseharian Ifa yang membersamai santri-santri disini mulai dari subuh hingga selepas kegiatan rutin malam hari. Sedikitpun tidak pernah Ifa merasakan kejenuhan. Ifa sangat menikmati semua yang ia kerjakan disini. Melihat setiap tingkah santrinya, mendengar derai tawa mereka, dan semangat yang luar biasa dari para santri ini lah yang kian membuat hari-hari Ifa semakin berwarna.

Harapannya sebagai salah satu ustadzah dipondok pesantren ini, semoga kelak Salsabilla bisa terus dapat mencetak generasi bangsa yang Qurani. Senyum terukir diwajah cantiknya, saat melihat anak-anak yang hilir mudik di depannya. Sambil diiringi suara burung pemecah kesunyian.

Penat yang mendera Reina

Penat yang mendera Reina belakangan ini membuat Reina semakin tidak bisa konsentrasi menyelesaikan pekerjaannya. Beberapa teman satu divisi nya pun sudah melihat gerak gerik Reina yang tidak seperti biasanya.
"Lu kalo gak enak badan mending izin balik aja Rei" kata Zahwan. Bukannya menjawab pertanyaan Zahwan, Reina malah ngelonyor pergi ke pantry.
Duduk berdiam di kursi pantry dan menyesap wangi kopi hitam kesukaannya membuat pikiran Reina sedikit lebih tenang, sambil jempolnya pun dengan indahnya menari-nari diatas layar telepon pintar miliknya. senyum merekah diwajahnya saat melihat salah satu akun travelling menawarkan promo liburan yang menurut Reina cukup menggiurkan. Ahhh... rasanya emang gue dah lumayan lama tidak liburan kesuatu tempat karena pekerjaan yang tiada habisnya, bisa beneran gila gue kalo lama-lama kayak gini, fix gue butuh liburan. Gumamnya dalam hati.

Dirasa pikirannya sudah bisa diajak konsentrasi, Reina pun memilih untuk kembali ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang semakin menumpuk karena ulahnya sendiri berapa hari ini. Oke.. tarik napas yang dalam hembuskan perlahan Reina, lu harus fokus menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda ditambah beberapa deadline. Setelah semua selesai lu bisa atur waktu ambil cuti buat liburan. Gumamnya sambil senyum-senyum sendiri.

*****

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16:30 wib, teman-teman sedivisi Reina pun sudah ada beberapa yang pulang. Tapi Reina masih berkutat didepan komputernya, masih memilih untuk menyelesaikan tugasnya yang tertunda. Hawa liburan sudah memasuki pikiran dan jiwa Reina, membuat harinya kini kembali bersemangat.

Klip klip lampu bewarna ungu terus menyala dari telepon pintarnya, karena penasaran Reina pun melihat ada info apakah yang bisa dirinya dapatkan. Dan ternyata agen travelling itu memberikan informasi kepada Reina tentang jadwal keberangkatan. Senyum sumringah sangat jelas diwajahnya. Karena esok dirinya akan mulai mengurus izin cutinya.

*****
Pagi ini Reina sedikit lebih sibuk dari biasanya, karena harus menuntaskan dua deadline kerjaannya dan persiapan untuk berangkat liburan esok hari. Walau padat dan sedikit lelah tapi Reina tidak menghiraukannya. Yang ada dipikirannya saat ini adalah besok pagi dirinya bisa meninggalkan sejenak kebisingan ibukota.

Baru membayangkan tebing yang menjulang tinggi, air yang tenang, suasana yang hening membuat Reina tidak sabar menikmati satu pekannya disana.

#challenge14Hari
#RBMenulisBanten
#fiksibergambar
#ibuprofesionalbanten

Minggu, 13 Mei 2018

Silaturahmi yang dirindukan

Ramadhan bulan yang dinanti-nanti
Bulan yang penuh pengampunan
Bulan yang menguji kita untuk menahan nafsu dunia

Ramadhan bulan yang selalu dinanti-nanti
Untuk dapat bersilaturahmi
Dengan sanak saudara dikampung halaman

Sabtu, 12 Mei 2018

Demi masa

Waktu.....
Detik ke menit
Menit ke jam
Jam ke hari
Hari ke bulan
Bulan ke tahun

Dan.... waktu tidak akan pernah kembali
Waktu akan terus berjalan tanpa memperhatikan apa yang telah kita lakukan
Waktu akan terus meninggalkan kita
Tanpa mengingatkan akan kealfaan kita

Di tengah sajadah hitam
Aku bersimpuh.... aku menangis.. aku meratapi akan semua dosa yang telah aku lakukan

Semoga Allah masih memberikan ampunan
Semoga Allah masih memberikan kesempatan padaku untuk memperbaiki diri
Semoga Allah masih terus memberikan ridho-Nya padaku

Ramadhan yang dinanti

Ramadhan adalah bulan teristimewa
Ramadhan adalah bulan ke-9 dari penanggalan hijriah
Ramadhan adalah bulan penuh berkah

Ramadhan kedatangannya selalu dinanti
Keberadaannya membawa berjuta kesan kebaikan
Dan..... Ramadhan hadir dengan tantangan
Tantangan yang jika dijawab dengan keikhalasan
Tak akan berbalas selain pahala bersepuh kebaikan