Sabtu, 03 Maret 2018

Mengambil Hikmah Dari Sakit

Sore ini secara tiba-tiba saya mengalami serangan asma. Penyakit yang memang dari kecil sudah seperti teman saya, karena begitu seringnya kambuh.

Tidak ada tanda-tanda sebelumnya kalo saya akan mendapatkan serangan asma hari ini. Tiba-tiba saja nafas saya berat sekali dan keringat dingin pun seketika keluar. Lumayan panik karena kondisi saya hanya bertiga sama anak-anak saja. Sii pappa sedang dalam perjalanan balik ke Serang.

Menelepon suami untuk menanyakan posisi saat ini dimana, bersyukurnya suami sudah mau sampai rumah. Lumayan lega, karena saya akan bisa lebih cepat ke rumah sakit. Sesampainya suami di rumah, beliau sedikit kaget melihat kondisi saya. Karena di telp tadi saya semaksimal mungkin untuk dapat berbicara normal. Tujuannya hanya tidak ingin membuat beliau panik.

Setelah selesai beres-beres kami pun langsung menuju rumah sakit yang ada di kota kami. Bertemu dengan dokter specialis penyakit dalam yang biasa menangani saya. Banyak obrolan mengenai penyakit saya ini. Salah satunya adalah saya harus dapat belajar untuk memanage pikiran saya dengan baik. Karena saya sendiri memang tipe pemikir, terkadang hal sederhana pun sangat saya pikirkan sekali. Kalo kata suami "saya tipe yang suka buang-buang energi dengan percuma" hihihi..

Dengan sakit terkadang kita baru akan menyadari akan nikmat sehat. Nikmat yang sering dilupakan oleh sebagian orang. Bahwa diberikannya nikmat sehat oleh Allah adalah salah satu rezeki besar untuk seorang hamba-Nya.

Jumat, 02 Maret 2018

Memburu waktu

Disaat hanya ada hari ini dan besok untuk membuat sticker, tapi desain stickernya sendiri belum ada, lumayan membuat saya putar otak.. wkwkwkwwk kok otak di putar-putar yaa. Maksudnya putar otak disini saya diajak untuk berpikir dan bergerak cepat.

Dengan keterbatasan yang saya miliki, akhirnya saya meminta bantuan ke salah satu sahabat saya untuk membuatkan desain stickernya.

Bak gayung bersambut, Alhamdulillah sahabat saya pun bersedia membantu membuatkan desain yang saya maksud. Dengan bekal photo-photo yang ada, tak berselang lama desain sticker pun jadi.. ahaa..  duh bahagianya saya.

Di tengah gemuruh suara petir siang ini, saya pun mengajak anak-anak untuk ke percetakan. Melihat langit yang sepertinya akan menurunkan air dari atas, maka saya pun memilih angkutan online.

Tiba di percetakan pun, Alhamdulillah mas nya mau membantu membuatkan walau dengan waktu yang sangat mepet. Kalo kita berniat baik, InsyaAllah ada aja jalannya ya.

Desain sticker yang saya ceritakan disini adalah untuk menutup badan tabungan. Yang akan tim sejuta cinta Banten gunakan pada saat hari minggu nanti, di acara matrikulasi offline Institut Ibu Profesional Banten.

Kamis, 01 Maret 2018

Menikmati Sore Ditengah Gelapnya Langit

Hari ini dimulainya tantangan hari pertama kelas menulis. Sedari pagi mikir cerita apa yang akan dituangkan untuk hari ini.

Seperti biasa jadwal kamis siang menjelang sore adalah jadwalnya abang kumon. Karena kejadian kecelakaan saya di hari Rabu kemaren, membuat kendaraan saya terpaksa di rawat inap dengan waktu yang lumayan lama di bengkel. Dan.... hari ini mengantar abang kumon dengan angkutan online.

Sesampai dilokasi, abang masuk ruangan belajar, saya dan adek seperti biasa berpetualang dengan menjelajahi jalanan. Terserah kemana kaki ini membawa kita ya dek. Dan hal sederhana ini bener-bener menjadi ajang quality time antara saya dan adek.

Langit yang mulai menghitam, angin sepoi-sepoi menerpa dedaunan. Menjadi teman jalan-jalan saya dan adek sore ini. Capek berjalan kaki, kami memilih duduk di bangku bambu di depan sebuah ruko kosong, ditemani semangkok bakso dan segelas es doger. Ahh... MasyaAllah... pas sekali.

Bahagia itu sederhana sekali bukan...? Makan semangkok bakso dan segelas es doger ditemani cerita dan ketawanya adek sudah berhasil membuat sore saya berwarna. Dan hal sederhana yang saya dan adek lakukan ini adalah sebagai langkah penguatan bonding antara seorang ibu dengan anak laki-lakinya.