Sore ini secara tiba-tiba saya mengalami serangan asma. Penyakit yang memang dari kecil sudah seperti teman saya, karena begitu seringnya kambuh.
Tidak ada tanda-tanda sebelumnya kalo saya akan mendapatkan serangan asma hari ini. Tiba-tiba saja nafas saya berat sekali dan keringat dingin pun seketika keluar. Lumayan panik karena kondisi saya hanya bertiga sama anak-anak saja. Sii pappa sedang dalam perjalanan balik ke Serang.
Menelepon suami untuk menanyakan posisi saat ini dimana, bersyukurnya suami sudah mau sampai rumah. Lumayan lega, karena saya akan bisa lebih cepat ke rumah sakit. Sesampainya suami di rumah, beliau sedikit kaget melihat kondisi saya. Karena di telp tadi saya semaksimal mungkin untuk dapat berbicara normal. Tujuannya hanya tidak ingin membuat beliau panik.
Setelah selesai beres-beres kami pun langsung menuju rumah sakit yang ada di kota kami. Bertemu dengan dokter specialis penyakit dalam yang biasa menangani saya. Banyak obrolan mengenai penyakit saya ini. Salah satunya adalah saya harus dapat belajar untuk memanage pikiran saya dengan baik. Karena saya sendiri memang tipe pemikir, terkadang hal sederhana pun sangat saya pikirkan sekali. Kalo kata suami "saya tipe yang suka buang-buang energi dengan percuma" hihihi..
Dengan sakit terkadang kita baru akan menyadari akan nikmat sehat. Nikmat yang sering dilupakan oleh sebagian orang. Bahwa diberikannya nikmat sehat oleh Allah adalah salah satu rezeki besar untuk seorang hamba-Nya.