Kamis, 30 November 2017

Dongeng Bayangan

Listrik yang padam disertai hujan deras dan angin kencang. Membuat saya dan anak-anak sedikit mati gaya, bingung mau ngapain ditengah situasi dan cuaca seperti ini.

Melihat asyiknya adek bermain cahaya senter ditengah ruangan kamar yang gelap ini. Ahaa.. seketika aku teringat permainan masa kecilku, permainan yang kuberi nama dongeng bayangan.

Dongeng bayangan adalah bermain peran dengan bantuan tangan yang membentuk sesuatu biasanya binatang tertentu, disorot dengan senter atau lilin yang diarahkan ketembok. Sambil mendongeng tentang kegiatan sehari-hari yang tentu saja syarat dengan makna kebaikan dan keteladanan.

Yang dipilih anak-anak hari ini adalah Burung Elang. Siapa yang tidak mengenal burung elang..? Sii burung perkasa yang terbang gagah di udara banyak filosofi dari burung Elang yang bisa dikembangkan menjadi dongeng seru untuk anak-anak.

Elang merupakan salah satu burung yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan sedari kecil Elang sudah dilatih untuk mandiri.

Media Bayangan yang dipantulkan ke dinding merangsang imajinasi anak-anak dan menjadikannya seakan nyata, seperti sedang menonton animasi di televisi. Dengan sedikit improvisasi dari saya sebagai pendongeng, Alhamdulillah abang dan adek seakan terbawa pada cerita sii burung Elang tersebut.

Siang ini saya mengajak anak-anak untuk bermain bayangan sambil di dongengkan, selain untuk mengatasi kejenuhan karena listrik yang padam, juga sebagai cara saya mengisi quality time bersama anak-anak hari ini. Sehingga kehangatan pun tercipta di tengah padamnya listrik dan cuaca dingin karena hujan yang tak kunjung reda.

#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBundaSayangIIP
#GrabYourImajination
#30Nov2017

Sabtu, 25 November 2017

Aliran Rasa Bunda Sayang Level 9

Perempuan itu tidak hanya harus dapat menjadi ibu yang kreatif, tetapi juga harus bisa menjadi istri yang kreatif. Ditengah rutinitas harian yang tiada habisnya ini, dan fokus pada solusi adalah kunci yang selama ini saya pegang. Agar dapat selalu melihat dari sudut pandang yang positif.

Dan pada tantangan level 9 dikelas bunda sayang ini semakin membakarkan semangat saya untuk menjadi perempuan kreatif. Kreatif pada saat membersamai anak, kreatif pada saat lagi dengan suami, kreatif dalam penataan perabotan rumah, kreatif urusan dapur dan keuangan keluarga.

Semakin banyaknya ilmu yang saya dapatkan di kelas bunda sayang khususnya pada level 9 ini, semoga think creative saya semakin terasah dan dapat terus saya aplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

#AliranRasa
#Level9
#ThinkCreative
#25Nov2017

Selasa, 21 November 2017

Dengan Komunikasi Yang Sehat, Bonding pun Semakin Menguat

Tempat tinggal di kota Serang, dan tempat kerja suami di kota Serpong, yang memakan waktu lebih kurang 2 jam -an untuk sampai dilokasi kerja, membuat suami selalu berangkat jauh lebih pagi dan akan tiba kembali ke rumah saat pekatnya malam sudah menjemput.

Komunikasi yang produktif antara saya dan suami pun dapat di hitung lewat hitungan menit ditiap harinya. Padahal sebagai perempuan saya harus mengeluarkan lebih dari 20.000 kata per harinya, hampir 3x lipat dari pria.

Yang ditiap harinya sebelum suami pulang sudah membuat list apa saja yang ingin dijadikan topik obrolan. Apa saja yang ingin dijadikan bahan diskusi. Tapi, saat melihat raut wajah capek sang suami list yang dibuat pun buyar entah kemana. Dan komunikasi antara kami pun yaaa apa adanya saja. Lebih banyak saya yang mendengarkan semua cerita suami, tapi saya sendiri harus menahan untuk tidak bercerita. Melihat raut wajah letihnya membuat saya tidak tega kalau harus berganti saya yang bercerita, karena pasti akan memotong banyak waktu lagi untuk beliau beristirahat.

Berjalannya waktu saya merasa "komunikasi antara kami ini sedang sakit", tidak bisa terus-terusan seperti ini. Semakin lama saya pun merasa ketidaknyamanan karena sudah terlalu banyak yang dipendam didalam hati sendiri. Walaupun bahasa tulisan mewakili tapi tidak dapat dipungkiri saya tidak merasa puas selagi belum mengeluarkan dengan bicara secara langsung.

Saya mencoba menuliskan surat kepada beliau, yang biasanya melalui chating ini saya tulis dengan tulisan saya sendiri. Inti dari apa yang saya tulis itu adalah saya meminta waktunya di ujung minggu kala itu untuk menikmati waktu berdua saja dengannya, hanya ada diriku dan dirimu. Saya ingin kembali menimbulkan getar-getar yang selama ini mungkin tidak terfokuskan karena banyak hal yang mempengaruhi.

Alhamdulillah suami pun menyetujui. Ahhh bahagia tak terkira saya saat itu. Suami menghubungi orangtuanya untuk menitipkan sebentar kedua anak kami, karena dirumah memang tidak ada asisten rumah tangga. Dan Alhamdulillah mertua pun mengiyakan keinginan suami.

Di tengah waktu yang terbatas ini saya mengajak suami untuk makan di restoran favorit kami. Yang biasanya kalau kesana selalu bersama anak-anak, kali ini menikmati moment nya hanya berdua saja. Semaksimal yang bisa saya lakukan adalah memanfaatkan waktu yang sangat terbatas ini untuk mengeluarkan isi hati yang selama ini terpendam.

Sambil menatap wajah tampannya, senyum terindah saya berikan untuknya sebelum saya memulai semuanya. Bagai air mengalir, semua saya keluarkan, yaa semua yang selama ini terpendam di dasar hati saya bisa saya obrolkan secara langsung. Apa yang saya rasa, apa yang membuat saya merasa seperti ini, apakah kita bisa belajar bersama mengambil hikmah dari yang menjadi obrolan hari ini.

Bak... gayung bersambut suami mendengar dengan seksama, sambil terus menatap dalam wajah saya, memegang erat jemari saya, dan diselingi anggukan dari suami. Hingga selesainya saya bicara. Dan diujung obrolan itu airmata saya pun tumpah, dan berkali-kali juga suami meminta maaf atas keegoisan beliau selama ini, meminta maaf atas ketidak pekaan beliau kepada istrinya ini.

Dihari itu akhirnya kami menyadari bersama bahwa betapa pentingnya komunikasi yang produktif antara suami istri. Betapa pentingnya komunikasi yang terbuka. Dengan adanya komunikasi yang produktif dan terbuka akan membawa kepada komunikasi yang sehat.

Kami pun membuat kesepakatan bersama tentang menentukan waktu untuk bercerita secara sehat, saat sebelum tidur waktu yang dipilih untuk saya mendengarkan semua cerita keseharian suami hari itu. Dan waktu sesudah sholat Subuh dipilih sebagai waktu untuk saya yang bercerita, apa saja yang ingin menjadi fokus saya, akan saya bahas pada waktu yang telah kami tentukan.

Dengan adanya dua waktu yang kami tentukan itu, komunikasi dalam rumah tangga kami Alhamdulillah semakin sehat. Tidak ada lagi yang mengganjal di hati saya, tidak ada lagi yang terpendam. Semua dapat saya keluarkan setiap harinya.

Dengan begini juga saya dan suami merasa bonding antara kami kian menguat. Harapan saya semoga komunikasi yang sehat ini dapat terus kami jaga hingga nanti.

Kamis, 16 November 2017

Memberi kejutan mamanya

Sore tadi pulang dari main..
Abang : "Assalamualaykum mamaa.... abang ada kejutan untuk mamaa"
Mama : "Waalaykumsalam, ahhh kejutan apa sayang..?"
Abang : "Ini buat mama (sambil ngasih sebuket petai cina ke mama nya)
Mama : "bengong sebentar terus sadar.. hahaha.. hmm petai cina untuk mama..? Ahh terima kasih abang"
Abang : "Mama kan suka pete tuh, jadi abang ambilin ini special untuk mama"
Abang : "Mama suka kan sama kejutan abang..?"
Mama : "Suka sekalii sayang... langsung melukin sii abang"
Mama : "Makasih ya nak.. mama sayang abang"

Menulis ini pun saya sambil tertawa, ternyata anak 6 tahun ini sangat perhatian sama mama nya. Sampai makanan kesukaan mama nya pun abang hafal. Dan berkeinginan memberikan kejutan dengan mengambilkan makanan kesukaan mama nya ini. Ahh kreatif sekali abang. Terima kasih sayang..

#Hari15
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#16Nov2017

Rabu, 15 November 2017

Berkreasi Dengan Tepung

Kalau lagi musim hujan gini, cocoknya memang makan yang hangat-hangat yaa. Bakso, tekwan, model palembang, atau pun pempek kuah model. Duuh yaa mantap banget, tapi apalah daya semua itu gak ada di dirumah.. hahahaha

Akhirnya ngobrol dengan abang kalo Rakha dan Iban (sahabat kecilnya abang, sekaligus tetangga kami) lagi tidak nafsu makan, dan saya berencana membuat makanan kuah yang tidak membutuhkan ikan sebagai bahan utamanya. Untuk dijadikan buah tangan saat bersilaturahmi ke rumah Rakha nanti.

Cilok kuah aja ma, seger kayaknya.. ahaa.. bener banget sayang, melihat ke dapur ternyata bahan yang di perlukan kebetulan pada habis.  Saya mencatatkan yang di perlukan kemudian abang yang akan membelanjakan di minimarket depan perumahan kami.

Berkreasi dengan tepung, tidak hanha abang yang sangat antusias, adek pun sangat bahagia sekali. Bermain tepung di selingi canda tawa anak-anak.. ahh luar biasa sekali hari ini

#Hari14
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#15Nov2017

Selasa, 14 November 2017

Surat Perminta Maafan Dari Abang Untuk Rakha

Sore tadi dirumah kedatangan tamu, dan tanpa sengaja abang mematahkan cantolan sepeda temannya itu. Sepulang temannya, abang berdiam diri saja di kursi ruang tamu.

Abang : "abang tadi gak sengaja ma, tadi abang udah minta maaf sama Rakha"
Mama : "besok minta maaf lagi ya sama Rakha dan sama bundanya Rakha juga ya nak".

Melipir kekamarnya ternyata duduk anteng dimeja belajarnya, saya kira abang lagi mengerjakan apa, ternyata abang lagi menulis surat perminta maafnya untuk teman kecilnya tadi.

Abang : "besok abang mau kerumah Rakha ya ma, mau ngasihin surat ini sama Rakha nya".
Mama : "iyaa sayang boleh banget".

Salah satu bentuk kreativitas yang abang lakukan hari ini adalah belajar meminta maaf lewat tulisan tangannya sendiri. Ahh good job abang.

#Hari13
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#14Nov2017

Senin, 13 November 2017

Berkreasi dengan menu masakan

Salah satu kegiatan seru dikeluarga kecil kami tiap minggu nya adalah menentukan menu untuk seminggu. 4 orang, 4 kepengenan.. hahaha.. bisa dibayangkan kehebohan setiap minggunya kan.
.
Mulai bikin menu mingguan gini kurleb 1th yang lalu lah, semenjak gak ada sii teteh yg bantu2 di rmh lagi. Karena sii suami tiap ngantor kudu ngebekal (katanya sih masakan mama tuh special bgt, karena masaknya make cinta.. wkwkwkwk bisaan emang ngerayunya) jadi 03:30 wib tuh udah kudu bangun.. yiihaaa.. bangun tidur ku terus masak.. hahaha. Untuk urusan racik2 nya sih saat anak2 udah pada tidur, karena kalo diracik saat bangun tidur, gak keburu euy.
.
Jam 5:30 pagi tuh semua udah kudu beres, masih pagi banget ya, karena sii suami ini kantornya jauuh dari rmh, maka berangkat ngantor pun selalu lebih awal.
.
Menu mingguan biasanya kalo lagi rajin aku tempel di dinding atau di kulkas (kayak minggu ini), kalo lagi malas yaa catat dibuku, tapi tetap tiap minggunya kita selalu mengadakan rembukan tentang menu..
.
Untuk menu makanannya sendiri, saya biasanya cuma bedain antara antara menu sarapan dan makan siang/malam. Jadi yg dimasak siang yaa utk malam. Kayaknya bakalan didapur mulu kerjaan saya kalo menu makan siang dan malam dibedain tuh. Hihihii.. kalo untuk buah sih sengaja tanpa dituliskan dalam menu, karena emang dimeja makan harus selalu sedia buah sih. Special untuk menu bekal sii suami, biasanya buah saya masukin ke kotak bekal sarapannya.
.
Dengan bikin menu mingguan kayak gini tuh banyak bgt manfaatnya, terlebih yg gak punya asisten di rmh kayak saya.
1. Gak bingung mau masak apa saat lagi belanja sayur. Karena udah ada list nya.

2. Lebih hemat pastinya, karena gak ada bahan makanan yang kebuang sia-sia.

3. Saat menentukan menu mingguan, bisa dijadikan ajang quality time bersama keluarga.

Minggu, 12 November 2017

Membuat Anyaman dari koran bekas

Alhamdulillah... hari ini nambah ilmu baru lagi.. kreasi anyaman dari kertas koran. Yaaa... hanya dengan memanfaatkan limbah koran bekas, kita bisa membuat sesuatu yang bernilai dan dapat dimanfaatkan tentunya 😍😍😍

#Hari11
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#12Nov2017

Sabtu, 11 November 2017

Fokus pada mewujudkan impian saya selama ini

Mengasah kreativitas di passion yang selama ini saya dalami, dan hari ini saya memilih untuk fokus pada solusi saat saya mendaftarkan diri di cooking class tempat tinggal saya.

Memperhatikan dengan seksama semua yang di jelaskan sama chefnya, mencoba step by step nya, dan berhasil dengan akhir yang sangat memuaskan.

Impian saya setelah ini saya bisa mengembangkan apa yang menjadi passion terpendam saya. Dapat memiliki brand cake sendiri. Ahh semoga Allah memudahkan semua impian saya ini.

#Hari10
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#11Nov2017

Jumat, 10 November 2017

Mengajak anak untuk fokus pada solusi sedari dini

Disaat jam main keluar rumah belum waktunya, waktu menonton televisi juga belum waktunya, sedangkan istirahat siang sudah dilakukan. Akhirnya abang memilih untuk mengambil buku dan mengajak adeknya untuk membaca buku di teras rumah.

Menikmati udara yang semilir, sambil menikmati bacaan yang dipilih, salah satu bentuk kreativitas anak-anak hari ini. Yaa selalu fokus pada solusi juga dapat kita ajarkan kepada anak-anak sedari dini.

#Hari9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#10Nov2017

Kamis, 09 November 2017

Menggeser Sudut Pandang Mamanya

Abang : "Maa, abang boleh pinjam laptopnya..?"
Mama : "Boleh sayang, abang mau ngapain gitu..?"
Abang : "Abang mau nulis cerita ma, capek kalo nulisnya pake buku mah, hapus-hapus terus".

Belakangan ini abang memang lagi suka-suka nya menulis, menulis apa saja sebenarnya. Dan beberapa hari ini yang menjadi topik obrolan kami adalah "Abang ingin jadi penulis cilik ma" maka dari itu abang rajin sekali menulis dibuku tulisnya, latihan kata abang. dan sekarang ini abang mulai sering menanyakan kelas menulis untuk anak-anak seusia abang ada gak sih ma..?  Pertanyaan yang saya sendiri meminta waktu untuk mencari jawabannya, karena saya sendiri belum pernah mendengar ada kelas menulis khusus untuk anak-anak di kota tempat tinggal kami.

Disini saya diajak abang untuk menggeser sudut pandang saya, yang ternyata selama ini abang tuangkan dalam buku tulisnya itu adalah bentuk latihannya membuat sebuah cerita, karena abang bercita-cita ingin menjadi penulis cilik dan bisa menghasilkan cerita anak yang seru impiannya. Ahh anak yang baru genap 6 tahun ini selalu dapat mengajarkan pelajaran berharga untuk orangtuanya.

#Hari8
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#9Nov2017

Rabu, 08 November 2017

Selalu Berusaha Fokus Pada Solusi

Hari ini tuh jadwal mama nya mengisi ruang keluarga di sebuah stasiun radio swasta di kota Serang, masih dalam program IIP.

Yang biasanya dalam sehari abang sudah dapat melahap beberapa buku bacaan, beda dengan hari ini yang emang seharian ini mengikuti kesibukan mama nya.

Malam ini di sela waktu tidurnya abang mengajak adek nya untuk berquality timr dengan buku. Adek yang bisa di bilang masih suka ngerebut buku yang abang nya pegang memang menjadi tantangan tersendiri untuk abang. Dan akhirnya abang nya pun gemas "ayoo dong dek, plisss abang lagi baca niy, udah 3x adek ambil buku yang abang pegang". Saya yang mendengar pun langsung fokus untuk mencari solusi dari 2 kakak beradik ini.

Sambil menarik nafas dalam-dalam, mencoba berkomunikasi produktif sama adek. Menjelaskan bahwa saat ini abang sedang tidak ingin di ganggu. Perlahan namun pasti adek pun dapat memahami dari apa yang mama nya jelaskan.

#Hari7
#Tantantan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#8Nov2017

Selasa, 07 November 2017

Kejutan Sederhana Untuk sang kekasih hati

Perempuan itu tidak hanya harus dapat menjadi ibu yang kreatif, tetapi juga harus bisa menjadi istri yang kreatif. Yang selalu dapat menghangatkan suasana bersama sii cinta (suami).

Kondisi dan situasi dalam keluarga saya itu, dalam 24 jam hanya beberapa jam saja kebersamaan dengan suami, dikarenakan tempat kerja dan waktu tempuh yang cukup jauh dan memakan banyak waktu.

Naah... disinilah saya harus pandai-pandai mensiasati situasi dan kondisi seperti ini, tujuannya hanya ingin semua rasa yang ada diantara kami tetap selalu hangat. Disaat waktu temu yang sangat minim sekali, komunikasi secara langsung yang produktif paling hanya 1 - 1,5 jam saja. Akhirnya menuntut saya untuk melakukan hal-hal sederhana tapi membawa efek positif yang sangat luar biasa.

Yang sering saya lakukan adalah menuliskan note kecil kemudian ditaroh dikotak bekal makannya, atau menuliskan surat cinta yang tidak terlalu panjang kemudian diselipkan pada saku kemeja kerjanya. Ternyata ampuh sekali untuk kami. Saya yang menulisnya sangat antusias, suami yang membacanya pun sangat bahagia dan merasa teristimewa katanya.

Usia pernikahan yang sudah diatas 5th, dan sudah dikaruniai 2 orang putra tidak menyurutkan niat saya untuk terus membuat suami saya merasa selalu special dengan kejutan-kejutan kecil yang saya lakukan. Yaa.. fokus pada solusi adalah kunci yang selama ini saya pegang erat, bukan pada masalah "keminimalan waktu temu diantara kami".

#Hari6
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#6Nov2017

Senin, 06 November 2017

Fokus pada Solusi bukan pada Masalahnya

Rumah minimalis dengan anak-anak yang lagi masanya segala di uprek, kebayang jadinya kayak apa kan..?? Kapal titanic setelah nabrak gunung es mah lewat kayaknya.. wkwkwkwk.. lebay..
.
Tapi emang bener kok sebelum di bikin 1 tempat untuk satu jenis mainan tuh, segala di tumplek blek jadi satu.. Dan... yang paling bikin males pada saat beresinnya. Beberes untuk misahin ini kemana dan itu kemana.. akhirnya mah sering di bruk jadikan satu 😎
.
Dan pada saat anak mau main lagi, yaa di tumplek blek lagi, kebayang rumah penuuh dengan segala macam bentuk mainan.. hahahaha.. tapiii itu dulu dong, sekarang Alhamdulillah tidak lagi.. bye bye tumplek blek..
.
Sekarang mainan di bedakan dari jenisnya, hotwheels, mobilan plastik, bongkar pasang, lego, cetakan playdough dll lah.. begitu juga untuk mainan edukasi di sesuaikan dengan jenisnya.
.
Saat anak main yang mana boleh ambil wadah yang sesuai dengan keinginan yang ingin dimainkan, saat mau ngambil mainan yg baru. Mainan yang sudah terlanjur di keluarkan yaa wajib di rapikan dulu. Itu mah kesepakatan yang abang buat sama adeknya.
.
Dengan begini Alhamdulillah rumah jadi lebih rapii, lebih sedap dipandang mata, dan mama pun bahagiia.. hehehehe.. Dan sekarang dirumah pun tidak ada lagi yang nanya "mainan ini gak ma.." "mainan itu dimana ya ma.." "kok mainan ini gak ada disini ya ma.." karena semua sudah dalam wadahnya masing-masing 😄😊😁

Minggu, 05 November 2017

Hikmah positif untuk abang dari mencatat kebutuhannya sendiri

Saat belanja bulanan itu menjadi salah satu yang ditunggu anak-anak. Awalnya kami memberi kebebasan kepada anak-anak untuk mengambil kebutuhannya sendiri. Dan inilah sebenarnya yang ditunggu anak-anak, segala dimasukkan kedalam keranjang. Saat ditanya ini benar-benar dibutuhkan kah nak..? Dan jawabnya selalu iya dong ma, ini dah mau habis, ini juga, itu juga.

Dikeluarga kecil kami semua ada budgetnya masing-masing dari belanja bulanan, listrik, kebutuhan sehari-hari dll lah. Dan saat masih memakai sistem anak-anak diberi kebebasan ambil barang sendiri, pada saat pembayaran selalu mendekati limit.. wkwkwkwk

Karena orang tua harus dapat selalu kreatif dalam hal apapun juga. Mulai 7 bulan yang lalu, kami mengarahkan pada anak-anak, abang sih khususnya untuk menuliskan sendiri kebutuhan bulanannya, dan pada saat belanja bulanan barang-barang yang abang tulis saja yang boleh diambil. Dan hasilnya uwoooww banget yang biasanya mendekati limit, setelah abang menuliskan sendiri kebutuhan bulanannya, jadi lebih dapat berhemat.

Selain itu juga dengan menuliskan sendiri kebutuhan bulanannya melatih anak untuk mandiri, bertanggung jawab dan dapat meningkatkan kecerdasan intelektual pada anak.

#Hari4
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#5Nov2017


Sabtu, 04 November 2017

Membuat Karya Di Dinding Rumah

Adek : "ini awan ma.." (sambil kepala pun miring-miring)
Adek : "nah ini pewawat (pesawat), ada lampunya tip..tip..tip..
Adek : "awass pewawat (pesawat) mau tuyun (turun), ngiiing jiisss..."

Melihat keseriusannya menggambar dan bercerita, sejenak saya ikut masuk dalam dunianya. Dunia anak-anak yang penuh dengan kreativitas, yang orangtuanya ini sebenarnya hanya dapat mengoptimalkan fitrahnya. Menemaninya tumbuh dengan kreativitasnya.

Menggambar sambil bercerita tapi di dinding..? Ohh tidak masalah untuk saya, karena menurut dari sumber yang saya baca usia 2-4 tahun memang lebih menyukai membuat karya "masterpiece" di dinding rumah. Kenapa? Karena pada saat anak menggambar di dinding, anak merasa terlibat di dalam kisah yang mereka gambarkan. Disini saya fokus pada solusi bukan pada masalahnya. Bisa dibayangkan jika lagi seriusnya adek berkreasi tiba-tiba saya hentikan dengan omelan atau sikap saya yang kurang menyenangkan untuk adek, berarti saya telah menghambat kreativitasnya dan satu langkah besar dalam pencapaian kemampuan motoriknya.

Fokus pada solusi disini, akhirnya pun saya membuat kesepatakan bersama adek "adek diberikan kebebasan untuk menggambar atau menulis di dinding, tapi hanya bagian dinding ini saja yang boleh adek corat-coret okee.." bersyukur sejauh ini adek pun tidak melanggar apa yang menjadi keputusan kami bersama.. yeeayy.. berarti jadi ibu itu emang kudu kreatif yaa. Kreatif dalam hal apapun juga, termasuk kreatif mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

#Hari3
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#4Nov2017

Jumat, 03 November 2017

Daftar Tugas Harian Abang

Dirumah tanpa adanya asisten rumah tangga, dengan 2 anak yang memang lagi usianya segala dikreasikan.. hmmm bisa dibayangkan kan bagaimana kondisi rumah saya, kayaknya bisa rapi pada saat anak-anak tidur saja..

weitss.. tunggu dulu sebagai ibu itu bukan hanya dituntut untuk bisa mengerjakan segalanya, tapi juga harus dapat fokus mencari solusi cerdas dari permasalahan yang ada.

Dengan dibikin daftar tugas harian, dan ditempel di tempat strategis dirumah. Alhamdulillah banyak banget manfaatnya, Sekarang mama nya gak perlu repot-repot harus mengingatkan abang untuk mengerjakan yang menjadi bagiannya, belajar tanggung jawab sedari dini dan dimulai dari hal yang paling sederhana.

 Kalo sebelumnya rumah rapi saat anak-anak tidur, sekarang kapanpun Alhamdulillah rumah bisa selalu rapi dan bersih. Karena beresin mainan tanggung jawab abang, dan abang pun membuat kesepakatan sama adeknya "boleh main yg lain asal yg ini diberesin dulu". Dan ternyata pelan-pelan adeknya pun bisa mengikuti.. ahh good job boys 😍😍 .

Jika jangka waktu berapa lama (sesuai kesepakatan bersama) ada reward khusus untuk abang jika dapat terus menyelesaikan tugas hariannya dengan baik. Intinya sih agar anak makin semangatt dan tetap bahagiia saat diberikan tugas harian 😄😊 .

Dengan begini mama nya pun masih punya waktu buat me time, walaupun hanya buka ig atau menulis buku harian.

#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#3Nov2017

Kamis, 02 November 2017

Surat Untuk Pappa

Belakangan ini abang memang lagi seneng banget yang namanya menulis, mulai dari nulis cerita, nulis nama-nama hewan, apa aja lah ditulis.

Seperti siang ini karena sudah waktunya istirahat siang, mama nya berpamitan untuk nemenin sii adek buat tidur siang, dan abang minta izin untuk libur tidur siang dulu hari ini yang akhirnya abang memilih untuk uprek-uprekan di kamarnya sendiri..

Tiba-tiba nyamperin mamanya...
Abang : "Maa.. boleh pinjam hapenya sebentar aja gak..? Abang mau moto (sambil nyodorin kertas".
Mama :  "emang apa yang mau difoto bang..? (Mama nya masih belum nyambung)
Abang : "surat buat pappa, kalo ditulis gini kan pappa pasti liat abang berusaha banget ma".
Mama : (ada usaha.. Noted sayang) Emang kejutannya apa..?
Abang : Ada deh maa (sambil senyum malu-malu kucing) nanti pulang ngaji baru mau abang bikin.

Anak itu sebenarnya sudah terlahir kreatif, sebagai orangtua harusnya bisa menggali dan mengoptimalkan fitrahnya. Menemaninya tumbuh dengan kreativitasnya.

#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#2Nov2017