Adek : "ini awan ma.." (sambil kepala pun miring-miring)
Adek : "nah ini pewawat (pesawat), ada lampunya tip..tip..tip..
Adek : "awass pewawat (pesawat) mau tuyun (turun), ngiiing jiisss..."
Melihat keseriusannya menggambar dan bercerita, sejenak saya ikut masuk dalam dunianya. Dunia anak-anak yang penuh dengan kreativitas, yang orangtuanya ini sebenarnya hanya dapat mengoptimalkan fitrahnya. Menemaninya tumbuh dengan kreativitasnya.
Menggambar sambil bercerita tapi di dinding..? Ohh tidak masalah untuk saya, karena menurut dari sumber yang saya baca usia 2-4 tahun memang lebih menyukai membuat karya "masterpiece" di dinding rumah. Kenapa? Karena pada saat anak menggambar di dinding, anak merasa terlibat di dalam kisah yang mereka gambarkan. Disini saya fokus pada solusi bukan pada masalahnya. Bisa dibayangkan jika lagi seriusnya adek berkreasi tiba-tiba saya hentikan dengan omelan atau sikap saya yang kurang menyenangkan untuk adek, berarti saya telah menghambat kreativitasnya dan satu langkah besar dalam pencapaian kemampuan motoriknya.
Fokus pada solusi disini, akhirnya pun saya membuat kesepatakan bersama adek "adek diberikan kebebasan untuk menggambar atau menulis di dinding, tapi hanya bagian dinding ini saja yang boleh adek corat-coret okee.." bersyukur sejauh ini adek pun tidak melanggar apa yang menjadi keputusan kami bersama.. yeeayy.. berarti jadi ibu itu emang kudu kreatif yaa. Kreatif dalam hal apapun juga, termasuk kreatif mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi.
#Hari3
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayangIIP
#ThinkCreative
#4Nov2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar