Beberapa hari lalu di sekolah abang diadakan pemilihan (seleksi) anggota drumband. Saat mengikuti seleksi abang terlihat sangat bersemangat dan antusias, tetapi tiba pada saat pengumuman abang tidak terpilih. Sebagai orangtua saya dapat merasakan kekecewaan yang abang rasakan. Tapi saya langsung menepis semua rasa negatif yang mau hadir. Karena saat ini yang abang butuhkan adalah pelukan dan energi positif dari saya.
Benar dugaan saya, saat keluar dari kelas terlihat sekali raut kesedihannya. Seperti biasa yang pertama kali saya lakukan saat menjemput abang adalah memeluknya, tanpa saya menanyakan apapun nanti saat abang siap pasti ia akan menceritakan sendiri semuanya pada mama dan pappa nya.
Selepas makan siang, sholat dzuhur, dan tiba waktu nya istirahat siang. Abang memeluk erat saya
Abang : "maafin abang ya ma, abang gak kepilih jadi anggota drumband, padahal abang udah semangat banget ngikutin seleksinya".
Ahhh bukan sedih karena abang tidak terpilih tapi hati saya sedih karena kalimat permintamaafan nya abang. Kubalas pelukan eratnya, kucium keningnya
Mama: "abang gak ada salah apa-apa sayang.. kok abang minta maaf sama mama."
Abang : "Abang gak jadi bikin mama bangga deh, abang tadi gak kepilih ma" ngomong begitu dengan sangat pelan dan terbata
Kuangkat wajah sendunya, kutatap dua bola matanya "Kepilih dan tidak terpilih menjadi anggota drumband itu sesuatu yang biasa sayang, yang terpenting abang mengikuti seleksi tadi dengan jujur dan bahagia. Kalo abang bilang gak jadi bikin mama bangga itu salah besar sayang, karena apapun yang abang lakukan itu selalu buat mama bangga kok. Abang tidak terpilih bukan berarti abang jelek tadi saat seleksinya, tapi mungkin ada yang lebih baik dari abang cara bermainnya. Allah menciptakan pelangi dengan warna yang berbeda kan nak..? Indah bukan..? Nah begitu juga kita, Allah menciptakan manusia itu dengan bakat dan kecerdasan yang berbeda. Kalo semua bakatnya sama akan menjadi 1 warna dan itu tidak akan indah. Dan abang sudah dan selalu menjadi bintang mama pappa.
Anggukan dan senyum tulusnya menggambarkan kelapangan hatinya. Hari itu Quality time antara saya dan abang terasa sangat indah dan penuh makna.
#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBundaSayangIIP
#SemuaAnakAdalahBintang
#BintangKeluarga
#18Agt2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar