Berdiam diri sambil terus memikirkan, mulai dari mana yang akan saya selesaikan. Mengingat saya sendiri sebagai koordinator kegiatan sosial di salah satu komunitas, yang donasinya tidak hanya sebatas materi saja, tapi juga pakaian layak pakai.
Lambat laun pakaian layak pakai ini pun menumpuk, padahal sudah dikelompokkan sesuai dengan jenisnya masing-masing. Teriring banyaknya pakaian yang masuk, kardus-kardus pakaian layak pakai pun semakin bertambah.
Dengan kondisi rumah minimalis tetapi memiliki 2 lantai, salah satu ruangan atas hampir dipenuhi oleh barang-barang. Yang 3/4 nya sudah saya dan tim donasikan untuk korban gempa bumi di kabupaten Lebak bulan lalu.
Melihat penuhnya barang-barang diruangan atas membuat saya sendiri malas untuk berlama-lama berada disana. Eungap (sesak) kalo lama-lama diatas mah.
Sebetulnya saya sendiri sudah berusaha untuk merubah cara pandang saya, tapi kewajiban saya juga tidak bisa saya singkirkan. Terkadang hal inilah yang membuat saya dilema. Dilema harus bagaimana mengatasi keruwetan barang-barang yang ada. Di sisi lain saya sudah berusaha semaksimal yang diri ini bisa untuk mengubah mindset yang ada. Dan kembali lagi ke awal semua ini harus dibawa kemana..? Karena mengingat barang-barang (pakaian layak pakai) bisa dikeluarkan jika terjadi seseuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar